Nama : Nurul
Emilia
NPM : 58414260Kelas : 1IA14
A. Pertumbuhan Penduduk
Pengertian pertumbuhan penduduk ialah perubahan jumlah
penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu
sebelumnya.
- Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambuhan penduduk:
1. Kelahiran
(Fertilitas)
Kelahiran
merupakan faktor alami. Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu
wilayah.
2. Kematian
(Mortalitas)
Kematian
merupakan faktor alami. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia
secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
3.
Perpindahan (Migrasi)
Migrasi
merupakan faktor non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan
pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas
Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain
dalam jangka waktu tertentu.
- Macam-macam pertumbuhan penduduk:
1.
Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian.
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian.
2.
Pertumbuhan Penduduk Migrasi
Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar.
Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar.
3.
Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
- Dampak Pertumbuhan Penduduk:
- Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
- Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
- Angka pengangguran meningkat.
- Angka kesehatan masyarakat menurun.
- Angka kemiskinan meningkat.
- Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
- Ketersediaan pangan sulit.
- Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
- Angka kecukupan gizi memburuk.
- Muncul wanah penyakit baru
B. Migrasi
Migrasi adalah adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah
ke daerah lain.
- Macam – Macam Migrasi:
1. Migrasi
Internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke
negara lainnya. Migrasi internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
- Imigrasi:
Masuknya penduduk ke suatu negara
- Emigrasi:
Keluarnya penduduk ke negara lain
- Remigrasi:
Kembalinya Penduduk ke negara
2. Migrasi
Nasional adalah perpindahan penduduk di dalam satu negara. Dibagi
menjadi empat , yaitu:
- Urbanisasi:
Perpindahan penduduk Dari Desa ke Kota
-
Transmigrasi: Perpindahan penduduk Dari Pulau ke Pulau
-
Ruralisasi: Perpindahan penduduk Dari Kota ke Desa
- Evakuasi:
Perpindahan penduduk Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman,
biasanya terjadi kerena bencana alam, peperangan, dll.
- Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi
Secara umum faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya migrasi adalah sebagai berikut :
a. Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari
kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru
b. Faktor keselamatan, yaitu ingin
menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir,
gunung meletus dan bencana alam lainnya
c. Faktor keamanan, yaitu migrasi
yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik
antar kelompok
d. Faktor politik, yaitu migrasi
yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti
RRC dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis
f. Faktor agama, yaitu migrasi yang
terjadi karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India
setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris
g. Faktor kepentingan pembangunan,
yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti
pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
h. Faktor pendidikan, yaitu migrasi
yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
- Dampak Migrasi Penduduk
Migrasi
penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional
masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun
daerah tujuan. Berikut adalah dampak dari Imigrasi:
Dampak Positif dan Negatif Migrasi
Internasional antara lain:
a)
Dampak Positif Imigrasi
- Dapat
membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
- Adanya
penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
- Adanya
pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
- Dapat
menambah rasa solidaritas antarbangsa
b) Dampak Negatif Imigrasi
- Masuknya
budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
- Imigran
yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti
pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
c) Dampak Positif Emigrasi
- Dapat
menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
- Dapat
mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang
belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya
- Dapat
memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
d) Dampak Negatif Emigrasi
- Kekurangan
tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
- Emigran
tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
Dampak Positif Migrasi Nasional
antara lain :
a) Dampak Positif Transmigrasi
- Dapat
meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
- Dapat
memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
- Dapat
mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
- Dapat
meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit,
karet, coklat dan lain-lain
- Dapat
mempercepat pemerataan persebaran penduduk
b) Dampak Negatif Transmigrasi
- Adanya
kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran.
-
Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak
betah dan kembali ke daerah asalnya.
c) Dampak Positif Urbanisasi
- Dapat
memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
- Mengurangi
jumlah pengangguran di desa
-
Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
- Kesempatan
membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
-
Perekonomian di kota semakin berkembang
d) Dampak Negatif Urbanisasi
-
Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
-
Produktivitas pertanian di desa menurun
-
Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
-
Meningkatnya pengangguran di kota
- Timbulnya
pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
- Lalu
lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas
C. Cara-cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengimbangi Pertambahan Jumlah
Penduduk
1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan
kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program
transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber
makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
hi
BalasHapus